Kamis, 29 November 2012

Hama Tanaman Umum

HAMA TANAMAN PANGAN
  Hama Tanaman Ubi Jalar
Hama Lanas (Cylas formicarius)

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Genus             : Cylas
Spesies          : Cylas formicarius

MORFOLOGI
Kumbang cylas cukup indah  bentuk dan warnanya, berukuran 5 – 6,5 mm. Kepala dan sayap bagian luar berwarna biru sedangkan leher dan kakinya berwarna merah.

EKOLOGI
Cylas banyak terdapat di daerah yang tananya gembur. Pada siang hari, cylas tidak dapat merayap kemana – mana dan berkumpul bersama yang lain di tempat yang teduh. Bila diganggu, dengan seketika cylas akan merebahkan diri seolah – olah mati.

PENGENDALIAN
Cara Mekanis, meninggalkan umbi – umbi yang terkena serangan cylas pada waktu panen, melakukan rotasi tanaman, penimbunan secukupnya pada bendengan agar umbi tidak muncuk ke permukaan.

2.    Hama Tanaman Ubi Kayu
TUNGAU MERAH (Tetracychus Bimaculatus)

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Arachnida
Ordo               : Acarina
Famili             : Tertachidae
Genus             : Tertacychus
Spesies          : Tetracychus Bimaculatus

MORFOLOGI
Hama ini berwarna merah agak kekuning – kuningan,dilengkapi dengan mulut yg  “triguna”, pada umumnya kaki terdiri dari 4 pasang dan ukurang tubuhnya 0.5 mm

EKOLOGI
Hama ini tidak hanya terdapat pada ubi kayu, melainkan pada tanaman sayuran, hias dan perdagangan. Penyebarluasannya dibawa oleh tiupan angin, manusia dan ternak. Tungau lebih menyukai hidup dibawah daun dan khususnya diantara tulang daun.

PENGENDALIAN
-       Cara Hayati,Melalui predator, semacam tungau yang berwarna kuning
-       Cara Kimiawi, dengan obat – obatan seperti fosferno, Kalthena, dan Agrothion yang mepunyai daya bunuh tinggi

3.    Hama Tanaman Padi
Wereng Coklat ( Nilapervata lugens )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Homoptera
Famili             : Nilapervatadae
Genus             : Nilapervata
Spesies          : Nilapervata lugens

MORFOLOGI
Hama ini berwarna coklat, ukuran tubuhnya antara 3 – 5 mm serta memiliki moncong yang kuat.

EKOLOGI
Wereng ini merusak tanaman padi karena tanaman pada umumnya berdaun lebat dan selalu hidup di tempat yang berair.

PENGENDALIAN
-       Cara Mekanis, lakukan pengeringan petakan – petakan, pencabutan seluruh tanaman dan pembakaran serta pengolahan tanah.
-       Cara Kimiawi, penggunaan Insektisida cair :Agrothion, DDNP, Nugos, Diazinon da insektisida Butiran : Furadan, Basudin, Diazinon

4.    Hama Tanaman Jagung
Ulat Buah Jagung ( Heliothis armigera )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Orthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Noctuidae
Genus              : Heliothis
Spesies          : Heliothis armigera

MORFOLOGI
Bila dilihat dari mikroskop tampak berbulu halus, warnanya bermacam – macam ada hijau bergaris kuning dan coklat muda bercampur coklat tua.



EKOLOGI
Hama perusak tanaman jagung baik yang terdapat di dataran rendah atau dataran tinggi ( sekitar 2000 meter ). Ulat tersebut berasal dari penetasan kupu – kupu Heliothis armigera yang selalu diletakkan upu – kupu diatas benang putik.

PENGENDALIAN
Menggunakan insektisida cair pembasmi ulat sebelut tanaman jagng menunjukkan akan berlangsung pembuahan

5.    Hama Tanaman Padi
Walang Sangit ( Leptocorixa acuta )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Hemiptera
Famili             : Cereidae
Genus                        : Leptocorixa
Spesies          : Leptocorixa acuta

MORFOLOGI
Walang sangit memiliki alat penghisap, badannya panjang, dapat terbang jaug serta suka mengelurakan bau seperti sangit.

EKOLOGI
Bila tanaman padi mulai berbunga atau berbuah, Lepto datang dan meninggalkan tanaman inag. Segera bertelur diatas daun yang terakhir sebelum bunga. Lepto dewasa beristirahat pada pukul 11 siang hingga petang dan terbang pada malam hari.

PENGENDALIAN
-       Cara Mekanis, pada malam hari dengan menggunakan lampu petromaks, atau dengan menempatkan umpan ( bangkai – bangkai )
-       Penggunaan larutan akar tuba

6.    Hama Tanaman Padi
Hama Lembing Hijau ( Nezara viridula )

KLASIFIKASI

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Pentatomidae
Genus                        : Nezara
Spesies          : Nezara viridula



MORFOLOGI
Lembing dewasa berwarna hijau seperti daun padi dan yang masih muda berwarna tua kehitam – hitaman. Neraza betina ukurannya tidak lebih dari 16 mm.

EKOLOGI
Hidupnya selalu berkelompok, dinamis, dan sering berpindah – pindah tempat. Hama tersebut tersebar di seruluh dunia yang beriklim tropis serta menyerang tanaman lain seperti kacang kedela, kacang tanah dan lombok.

PENGENDALIAN
Insektisida yang lazim digunakan untuk hama sundep dapat digunakan secara efektif dan penyemprotan dilakukan berulang – ulang.

7.    Hama Tanaman Padi
Bubuk Beras ( Calandra oryzae )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : IAnthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Homoptera
Famili             : Aphididae
Genus                        : Calandra
Spesies          : Calandra oryzae

MORFOLOGI
Calandra berwarna colkat hitam dan ukurannya 3 – 5 mm. Hama tersebut dipersenjatai dengan moncong berbentuk panjang yang digunakan untuk merusak gabah.

EKOLOGI
Hama tersebut merupakan hama gudang yang sangat ganas di daerah tropis. Perkembangbiakan Calandra tergantung pada kadar air beras. Bila kadar air lebih dari 15% makan Calandra akan lebih ganas.

PENGENDALIAN
-       Calandra dalam gudang dapat dibasmi dengan fumigasi, untuk mengurangi serangan kualitas beras harus ditingkatkan.
-       Untuk menghindari Calandra masuk ke pendaringan digunakan daun jeruk purut.

8.    Hama Tanaman Kedelai
Ulat Penggerek Polong ( Etiella zinckenella )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              :
Kelas              :Insecta
Ordo               :Lepidoptera
Famili             : Pyralidae
Genus                        : Etiella
Spesies          : Etiella zinckenella

MORFOLOGI
Ulat tersebut berasal dari reproduksi kupu – kupu Etiella. Kupu – kupu yang berukuran kecil sayap mukanya panjang – segitiga sedangkan sayap belakangnya lebar – bulat.
EKOLOGI
Hama tersebut penghuni daerah tropis diseluruh dunia dan di daerah penanaman kedelai yang waktu penanamannya tidak teratur.

PENGENDALIAN
-       Cara Mekanis, Melakukan penanaman yang teratur, dengan gerakkan penanaman sekaligus dimulai waktu yang sama
-       Cara Kimiawi, Insektisida yang digunakan Diazinon 60 EC, Dildrien 51% WP, Folidol

9.    Hama Tanaman Kacang Tanah
Ulat Tanah ( Prodenia litura )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Orthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Noctuidae
Genus                        : Prodenia
Spesies          : Prodenia litura

MORFOLOGI
Ulat dewasa berukuran 5 cm dan badannya dihiasi dengan 2 jalur gambar segetiga warnanya hitam serta goresan memanjang diseluruh badan.

EKOLOGI
Siang hari ulat bersembunyi di tempat yang teduh di bawah semak – semak tanaman kacang tanah, dan pada malam hari ulat akan melakukan serangan.

PENGENDALIAN
Penyemprotan pada bagian – bagian dalam daun secara teratur. Insektisida yang digunakan adala Baerusil, Folodol dan Kalthene.

10. Hama Tanaman Sayuran
Ulat  Croci ( Crocidolomia binotalis )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Pyralidae
Genus                        : Crocidolomia
Spesies          : Crocidolomia binotalis

MORFOLOGI
Warnanya beraneka ragam, ada yang hijau dengan garis hitam dan hijau dengan tiga garis hijau muda. Crocidolomia panjangnya tidak lebih dari 18 mm.

EKOLOGI
Ulat Croci merupakan penduduk ASEAN, Afrika Selatan dan Australia. Di Indonesia, terdapat di dataran tinggi dan rendah. Ulat tersebut menyerang tanaman kol, petsay.

PENGENDALIAN
Menggunakan insektisida jenis Dipterex 50, Diazinus 60%, Phosuel 30%, dan Bayrusil 25%. Penyemprotan dilakukan 7 hari sebelum panen.

11. Hama Tanaman Kacang Hijau
Kutu Kacang Hijau ( Collosobruchus sp )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Coleoptera
Famili             : Brucidae
Genus                        : Collosobruchus
Spesies          : Collosobruchus sp

MORFOLOGI
Kutu tersebut berwarna hitam dan berukuran kecil, tedapat sepasang antena dan tiga pasang kaki.

EKOLOGI
Kutu ini menyerang tanaman kacang hijau dan kacang tanah. Siklus hidupnya adalah telur menjadi nimpha kemudian imago.

PENGENDALIAN
Untuk menguragi serangannya dilakukan dengan meningkatkan kualitas kacang hijau.

12. Hama Tanaman Beras
Kutu Beras ( Sitophillus oryzae )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Coleopteradae
Famili             : Curculionidae
Genus                        : Sitophillus
Spesies          : Sitophillus oryzae

MORFOLOGI
Kutu beras dewasa berwarna coklat kemerahan, mempunyai tiga pasang kaki serta satu pasang antena. Sayap depan kutu ini keras dan panjang tunuhnya 3,5 – 5 mm.

EKOLOGI
Hama ini bersifat polyphag dan merusak butiran – butiran beras, serta simpanan jagung, padi, dan sorghum.

PENGENDALIAN
-       Cara biologis, menggunakan musuh alami diantaranya parasid  larva
( Anisopteromalus calandiae ), cendawan dapat membunuh hama dalam keadaan lembab, semut hitam predator terhadap telur atau larva hama

13. Hama Tanaman Jagung
Lalat Bibit ( Atherigona exigua Stein )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Genus                        : Atherigona
Spesies          : Atherigona exigua Stein

MORFOLOGI
Lalat bibit berwarna abu – abu dan panjang tubuhnya 3,5 mm

EKOLOGI
Hama ini berkembang dengan pesat pada musim hujan serta aktif terbang pada pukul 16.00 – 18.00. Hama ini menyerang tanaman jagung sehingga menimbulkan bekas gigitan pada daunnya.

PENGENDALIAN
Pada saat tanaman berumur 5 hari setelah tanaman dilakukan dengan menghembuskan HCH 5%, Jika telah diserang dengan Hostathion 40 EC.

14. Hama Tanaman Kubis
Siput atau Bekicot ( Achatina sparsa )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Mollusca
Kelas              : Gastropoda
Ordo               : Pulmonata
Famili             : Helicidae
Genus                        : Achatina
Spesies          : Achatina sparsa




MORFOLOGI
Siput memiliki cangkang serta tubahnya lunak, panjang tubuhnya sekitar 10 – 15 cm dan terdapat sepasang mata serta mampu mengeluarkan lendir dan menghasilkan telur 200 – 300 butir

EKOLOGI
Siput hidup di daerah lembab serta menyerang daun pisang dan kubis sehingga meninggalkan bekas gigitan dan sering meninggalkan lendir.

PENGENDALIAN
Dengan cara mengumpulkan hama tersebut lalu memusnahkannya.

15. Hama Tanaman Kol
Ulat  Plutella ( Plutella maculipennis )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Plutellidae
Genus                        : Plutella
Spesies          : Plutella maculipennis

MORFOLOGI
Ulat Plutella ini rata – rata panjangnya 9 mm, berwarna hijau serta selalu berkumpul sebelum melakukan pengerusakan.

EKOLOGI
Ulat Plutella merusak tanaman kol yang berlangsung waktu pertumbuhan tanaman kol, kol bunga dan kol daun. Peningkatan perkembangannya terjadi pada musim kemarau. Kupu – kupu Plutella mampu menghasilkan sekitar 300 butir telur selama 4 minggu.

PENGENDALIAN
Penggunaan insektisida yang penyemprotan dilakukan secara aktif dua atu tiga kali. Insektisida yang digunakan adalah Dipterex, Diazinon, Orthene, dan Bayrusil

16. Hama Tanaman Kacang Kedelai
Lalat Penganggu tanaman kacang kedelai ( Agromyza phaseoli )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Agromyzidae
Genus                        : Agromyza
Spesies          : Agromyza phaseoli



MORFOLOGI
Lalat agromyza berukuran kecil dan tidak lebih dari 1,8 mm. Daya produksi rata – rata 95 butir per lalat.

EKOLOGI
Lalat ini merusak tanaman kacang kedelai dan kacang tanah. Hama ini terdapat di ladang pertanian di negara kawasan Asia Tenggara dan Australia. Lalat tersebut meletakkan telur pada kepinga – kepingan biji tanaman kedelai yang berumur 6 – 7 hari tanaman kedelai.

PENGENDALIAN
-       Cara Mekanis, melaui pengolahan tanah dilakukan dengan baik, setelah biji ditanam kemudian ditutup jerami.
-       Cara Kimiawi, Insektisida yang digunakan adalah Agroude dan Folido, penyemprotan dilakukan 3 kali hingga umur tanaman sekitar 20 hari.

17. Hama Tanaman Kacang Tanah
Wereng ( Empoasca sp )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Cicadellidae
Genus                        : Empoasca
Spesies          : Empoasca sp

MORFOLOGI
Wereng ini berwarna putih dan hijau kekuning – kuningan dan berukuran 2,5 mm. Wereng ini memiliki moncong untuk alat penghisap

EKOLOGI
Wereng ini merusak tanaman kacang tanah dan kapas. Hama tersebut segera meloncat apabila dirasakan ada gangguan. Cara merusak dengan menggunakan mocong dan menghisap daun – daun kacang.

PENGENDALIAN
Menyemprot insektisida seperti Folidol, dan Agrocide

18. Hama Tanaman Ubi Jalar
Ulat Omphisa ( Omphisa anastomosalis )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Genus                        : Omphisa
Spesies          : Omphisa anastomosalis

MORFOLOGI
Ulat tersebut berwarna ungu muda, pada bagian kepada selalu terdapat titik warna coklat muda


EKOLOGI
Kepompong akan berubah jadi kupu – kupu. Ulat tersebut mempertahankan hidup didalam umbi dari tanaman ubi jalar. Isi ubi jalar dimakan sambil meninggalkan kotoran di dalamnya.

PENGENDALIAN
Memilih umbi – umbi yang telah terserang hama ketika panen, kemudian dikeringkan untuk dijadikan makanan ternak atau membakarnya sehingga tidak timbul kerusakan.

19. Hama Tanaman Jagung
Ulat Penggerek Batang ( Sesamia indeferens )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Genus                        : Sesamia
Spesies          : Sesamia indeferens

MORFOLOGI
Ulatnya berwarna ungu, Sesamia betina dapat bertelur pada waktu malam menghasilkan 30 – 64 butir

EKOLOGI
Penjelajah diseluruh daerah ASEAN, India, RRC, dan Jepang. Hama ini merusak tanaman jagung dan sorghum. Hama tersebut menggerek lubang pada batang terus ke bawah hingga dekat leher akar.

PENGENDALIAN
Sebelum tanaman jagung berumur 2 minggu, petani harus sudah menyemprot insektisida cair seperti Diazinon dan Folidol

20. Hama Tanaman Padi
Ulat Tentara Padi ( Spodoptera mauritia )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Orthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Noctuidae
Genus                        : Spodoptera
Spesies          : Spodoptera mauritia

MORFOLOGI
Siklus hidupnya telur- larva – pupa – dewasa. Ulat tersebut berwarna coklat kelabu dan kupu – kupu panjang 15 – 20 mm, lebar 30 – 40 mm.

EKOLOGI
Ulat tersebut di Madagaskar, Tanzania, Uganda, dan India. Hama ini terdapat pada pertanaman padi yang berumur 20 – 25 hari.
PENGENDALIAN
-       Cara Mekanik, secara bercocok tanam dengan melakukan pembajakan tanah dan membakar sisa tanaman
-       Cara Kimiawi, dengan cara hembusan dan penyemprotan dengan insektisida kontak
-       Cara Hayati, Predator (Orius sp, dan Crisopid ) Parasit serangga tachinid dan Braconid




HAMA TANAMAN PERKEBUNAN

1.    Hama Tanaman Coklat
Ulat Kilan ( Hyposidra Infixaria Wlk )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Geomietridae
Genus                        : Hyposidra
Spesies          : Hyposidra Infixaria Wlk

MORFOLOGI
Ulat tersebut berwarna coklat dengan titik putih pada bagian dorsal. Dari jauh titik putih itu tampak seperti garis putih.

EKOLOGI
Hama ini bersifat polyphang, dapat merusak tanaman coklat serta tanaman perkebunan. Bila berjalan seperti sedang mengukur sesuatu dengan gerakan yang teratur.

PENGENDALIAN
Menggunakan insektisida jenis Endrin 19,2      EC 0,4 %, BHC Dust 5%, Thiodon 35

2.    Hama Tanaman Coklat
Kumbang Perusak Daun Coklat ( Adoretus compresus WEP )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Rutelidae
Genus                        : Adoretus
Spesies          : Adoretus compresus WEP

MORFOLOGI
Kumbang Adoretus berukuran ± 1 cm, berwarna coklat kehitam – hitaman. Larva dewasa membuat rongga bagi penempatan pua – pupanya. Siklus hidupnya 70 – 75 hari.

EKOLOGI
Kumbang ini memakan daun – daun muda tanaman coklat, seranganya dimulai dari bagian tengah daun. Banyak terdapat di negara kawasan Asia Tenggara.

PENGENDALIAN
Musuh alaminya adalah cendawan Metarrhizium, juga lalat Philodicus javanus. Parasidnya Prosena sp

3.    Hama Tanaman Teh
Tungau Jingga ( Tenuipelpus obovatus DONN )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Arachnida
Ordo               : Acrarina
Genus                        : Tenuipelpus
Spesies          : Tenuipelpus obovatus DONN

MORFOLOGI
Tungau jingga dewasa memiliki warna yang khas yaitu orange atau jingga. Telur yang dihasilkan induknya berbentuk lonjong, kecil – kecil dan warna merah. Siklus hidupnya 14 hari

EKOLOGI
Tangau perusak tanaman teh dan melakuakn pada musim kemarau, akibatnya serangannya banyak tanaman teh sedikit menghasilkan pucuk teh. Sifatnya polyphag.

PENGENDALIAN
-       Penggunaan tanaman pelindung
-       Penggunaan zat – zat kimiawi dengan memanffatkan tepung belereng

4.    Hama Tanaman Teh
Ulat Pungulung Daun Teh ( Enarmonia leuestoma MEYR )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Eucosmidae
Genus                        : Enarmonia
Spesies          : Enarmonia leuestoma MEYR

MORFOLOGI
Ulat dewasa panjangnya 11 mm, berwarna kehijau – hiajuan. Larva Enarmonia mempunyai daya lekat pada tepi pucuk daun yang ditempati. Siklus hidup 50 -50 hari

EKOLOGI
Hama  ini banyak berkembang di daerah perkebunan teh di kawasan Asia Tenggara, India, dan Ceylon.Gejalanya banyak terjadi pada pucuk daun teh yang menggulung dalam keadaan rusak bagian dalamnya.


PENGENDALIAN
-       Cara mekanis, dengan melakukan pemetikan daun – daun teh yang menggulung dan sortasi dan pembakaran pada daun
-       Menggunakan insektisida/ zat – zat kimia

5.    Hama Tanaman Teh
Ulat Srengenge ( Setora Nites WLK )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Limacodidae
Genus                        : Setora
Spesies          : Setora Nites WLK

MORFOLOGI
Merupakan gatal, berwarna merah atau hijau kekuning – kuning pada bagian dorsal terdapat garis berwarna biru dengan bercak – cak coklat, panjang tubuh 35 mm.

EKOLOGI
Ulat srengenge merusak daun tanaman kelapa dan teh. Serangan dilakukan tertuju pada daun teh baik yang muda. Hama ini menimbulkan kerusakan berat.

PENGENDALIAN
-       Musuh Alami, Parasit yang menyerang pupa dalam kokonnya ( Cryptus caymorus ), Parasit yang berupa lalat – lalat yang menyerang larvanya ( Rogas sp ), kepik – kepik buas ( Sycanus sp )
-       Bila serangan hebat, dilakuakn penyemprotan dengan Aldrin

6.    Hama Tanaman Teh
Kepinding perusak tanaman teh ( Helopeltis theivora WAT )

 KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Anthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Heteroptera
Famili             : Capsidae
Genus                        : Helopeltis
Spesies          : Helopeltis theivora WAT

MORFOLOGI
Helopeltis ukuran panjang tubuh 6 – 7 mm, berwarna kehijau – hijauan. Banyak terdapat di daerah perkebunan dengan ketinggian sekitar 600m diatas permukaan laut.

EKOLOGI
Kepiding ini mengganggu dan merusak tanaman kopi, lada, gambir dan buah – buahan.Hama ini merusak pucuk serta daun yang masih muda. Hama ini banyak berkembang di perkebunanan kawasan Asia Tanggara, India, dan Saila.

PENGENDALIAN
-       Musuh alami, Dolichoderus atau semut hitam, parasit Eupharus dapat menurunkan populasi hingga 80%
-       Cara mekanis melalui pemupukan yang seimbang dan pengaturan kultur teknis  ( pohon pelindung )
-       Penggunaan insektisida dengan efek residual rendah

7.    Hama Tanaman Teh
Kumbang Daun ( Serica sp )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Coleoptera
Famili             : Melolontidae
Genus                        : Serica
Spesies          : Serica sp

MORFOLOGI
Kumbang ini berukuran kecil dengan ukuran tubuh 5 mm, warnanya merah kecoklat – coklatan. Larvanya hidup didalam tanah dan makan bahan organik.

EKOLOGI
Serica sp merupakan hama perusak daun teh yang baru di pangaks. Hama tersebut pada siang hari selalu berada di dalam tanah, serta pada malam hari melakukan penggerusakkan pada daun teh.

PENGENDALIAN
Mengumpulkan daun yang terseranmg hama dan membakarnya.

8.    Hama Tanaman Kopi
Kumbang Penggerek Cabang ( Xyleborus morstatti )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Scolytidae
Genus                        : Xyleborus
Spesies          : Xyleborus morstatti

MORFOLOGI
Kumbangnya berukuran kecil sekitar 1 – 3 mm tetapi kulitnya keras serta berwarna hitam




EKOLOGI
Hama ini banyak ditemukandi Afrika Timur, Indocina dan Indonesia. Sifat perusakannya pada tunas – tuans muda kopi. Hama ini juaga merusak tanaman lamtoro, Cassia, dan Anggrek.

PENGENDALIAN
Melakuakn seleksi/ sortasi bibit dimana mengutamakan bibit unggul yang tahan terhadap serangan dan pemenggakan pada cabang ranting yang dirusak lalu dibakar.

9.    Hama Tanaman Lada
Kepiding Cabang ( Pachypeltis vittiscuttis BERGR. )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Capsidae
Genus                        : Pachypeltis
Spesies          : Pachypeltis vittiscuttis BERGR.

MORFOLOGI
Kepiding ini ukuran panjang tubuh sekitar 8 – 10 mm. Hama ini aktif melakukan penghisapan cairan yang terdapat pada cabang.

EKOLOGI
Hama tanaman yang ditemukan di perkebunan lada dengan merusak daun dan pucuk muda sehingga tampak kotor dan bintik – bintik hitam

PENGENDALIAN
Memberastas dengan Dasynus piperis CHN

10. Hama Tanaman Lada
Ulat Pucuk ( Enarmonia hemidoxa MEYR. )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Eucosmidae
Genus                        : Enarmonia
Spesies          : Enarmonia hemidoxa MEYR.

MORFOLOGI
Induk tanaman  berupa kupu – kupu kecil. Panjang tubuh sekitar 12mm berwarna hijau samapi abu – abu kecoklat – coklatan serta kepalanya berwarna hitam.Siklus hidup anatar 20 – 21 hari.

EKOLOGI
Menyerang tanaman lada pada pucuk daun, pucuk yang terserang warnay berubah muali dari hijau muda hingga coklat kemudian mengering. Sifatnya polyphag.


PENGENDALIAN
-       Cara mekanis, dilakukan melalui pemotongan pucuk dan daun muda yng terserang dan dimasukkan kedalam tempat yang berisi minyak tanah kemudian dibakar.
-       Cara kimiawi, melaui penyemprotab Diazinon 60 EC, Dildrien dan Folidol

11. Hama Tanaman Kelapa
Kutu Perisau Daun Kelapa ( Aspidiotus destructor SIGN )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Anthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Homoptera
Famili             : Coccidae
Sub famili      : Diaspinae
Genus                        : Aspidiotus
Spesies          : Aspidiotus destructor SIGN

MORFOLOGI
Kutu ini memiliki lapisan lilin yang menutupi tubuhnya. Siklus hidupnya berlangsung sekitar 45 – 50 hari

EKOLOGI
Perkembangan hama ini sanagt luas di Sulawesi, Bali,dan Pulau Jawa. Aspidiotus menyerang dan merusak daun  daun kelapa yang agak tua sehingga tampak menguning, kering dan gugur. Perkembangbiakan berlangsung pada musim kemarau dan hidupnya berkelompok di permukaan bawah daun

PENGENDALIAN
Musuh Alami : Parasit ( Spaniopterus sp  dan Aphytus chrisomphali ) dengan kemampuan parasit 3 – 6%, predator Tellstmia dan Scymnus luteus untuk menekan hama kutu – kutu perusak.

12. Hama Tanaman Kelapa
Ulat – Ulat Kantong ( Mahasena corbetti Tams. )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Psuchidae
Genus                        : Mahasena
Spesies          : Mahasena corbetti Tams.

MORFOLOGI
Ulat Mahasena berwarna merah coklat, ukuran tubuhnya yang jantan ± 3 cm dan betina ±5 cm. Kaki – kakinya berperan pada saat ulat memakan dauan agar tidak lepas dari kantong.


EKOLOGI
Sering terdapat pada kelapa yang masih muda, bersifat polyphag ( merusak tanaman pisang, jambu, kelapa sawit,dll ). Ulau Mahasena tersenar di Asia Tenggara

PENGENDALIAN
Dilakuakn penyemprotan secara teratur denagan memanfaatkan oabat kontak pembunuh yang dapat melarut dicampur dengan tenac.

13. Hama Tanaman Kelapa
Kumbang Perusak Daun ( Brontispa longissima GESTR )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Coleoptera
Famili             : Hispidae
Sub famili      : Cryptoni chinae
Genus                        : Brontispa
Spesies          : Brontispa longissima GESTR

MORFOLOGI
Telur dihasilkan kumbang betina 120 butir, kemudian larva bergerak kearah janur dan bergerak kearah muka sedangkan kumbang ke arah samping.

EKOLOGI
Tersebar di kawasan Malaysia samapi Samudra Pasifik. Hama tersebut melakuakn pergerakkan pada malam hari serta perkembanganya pada musim kemarau. Pengrusakan dilakukan dengan cara penggerekan hingga daun menjadi kering.

PENGENDALIAN
-       Musuh Alami : parasit ( Tetratichodes brontispae ) terutama pada pupa dengan daya parasitnya 60%, memparasit larva mancapai 10%
-       Cara mekanis denagn melakuakn pemotongan daun yang telah diserang lalu dibakar

14. Hama Tanaman Kelapa
Belalang Pedang ( Sexava coriaceae L )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Antropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Orthoptera
Famili             : Tettigonidae
Genus                        : Sexava
Spesies          : Sexava coriaceae L

MORFOLOGI
Panjang tubuh belalang jantan 7 – 8 cm dan betina 8,5 – 9,5 cm, bersayap hijau bagaikan warna daun serta antena lebi panjang dari tubuh.

EKOLOGI
Belalang ini merusak tanaman kelapa, sagu, pisang, pinang dan salak. Tersebar di daerah Maluku dan di Indonesia bagian Timur. Perkembangbiakan terjadi di tanah yang sembur serta banyaknya samaph dan kotoran

PENGENDALIAN
-       Melakukan pembersihan sampah di perkebunana
-       Cara mekanis melalaui menangkap dan membunuh hama
-       Cara biologis, dengan mengembangkan parasit menjadi musuh alami
-       Cara kimiawi, penyemprotan pada daun kelapa sengan memnfaatkan L. Arsenat

15. Hama Tanaman Kelapa
Ulat Batracheda ( Batrachedra arenosella WLK )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Antropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Orthoptera
Famili             : Aegeridae
Genus                        : Batrachedra
Spesies          : Batrachedra arenosella WLK

MORFOLOGI
Ulat dewasa yang menjelang masa kepomponh akan membuat kokon – kokonyapada tangkalunga. Siklus hidupnya dipengaruhi oleh kedaan assisten

EKOLOGI
Hama merusak bunga kelapa di daerah perkebunan kelapa sawit, tersebar di Sumatra, Jawa, P. Flores, dan Bangka. Dapat merusak tanaman pisang dan bunga aren.

PENGENDALIAN
-       Musuh Alami melalui parasit dari anggota familia Tachinidae
-       Secara Mekanis, melalui pemotongan pangkal batang,selanjutnya dikumpulkan dan dibakar
-       Secara kemis, penyemprotan yang teratur baik dari bunga yang terserang atau bunga yang belum membuka, seprti Aldrin dan Endrin






16. Hama Tanaman Karet
Tungau Hevea ( Tarsonemus translucens GR. )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Arachnida
Ordo               : Ascarina
Famili             : Tarson emidae
Genus                        : Tarsonemus
Spesies          : Tarsonemus translucens GR.


MORFOLOGI
Ukuran tungau ini kecil, antara 1 – 1,5 mm, warnanya agak putih atau kehijau – hijauan, telurnya berwarna jernih dengan diameter 0,25 mm, pada saat akan menetas warnanya akan menjadi keruh. Tungau dewasa bekaki 4 pasang.

EKOLOGI
Tungau ini terdapat di daerah perkebunan karet yang menimbulkan kerugian di daerah persemaian dimana bibit yang diserang mengalami gugr daun.Tungau hevea hidupnya biasa pada permukaan daun karet bagian bawah.

PENGENDALIAN
-       Cara Mekanis, dilakukan dengan mengusahakan agar areal pembibitan dalam keadaan bersih
-       Cara Kimiawi, dilakukan blowing dengan menggunakan serbuk belerang dan Medol, sedangkan anjuran SHELL menggunakan Endrin.

17. Hama Tanaman Karet
Rayap – Rayap Perusak Tanaman Karet ( Microtermes inspiratus KEMM )

 KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Termitidae
Genus                        : Microtermes
Spesies          : Microtermes inspiratus KEMM



MORFOLOGI
Ukuran tubuhnya dengan panjang 2,8 – 3,9 mm dan dapat menimbulkan kerugian di perkebunan karet, terutama di Kalimantan dan Malaysia.

EKOLOGI
Rayap ini hidupnya berkeloni dalam tanah dan sifatnya polyphag.Dalam mencari makanan dan pembutan sarang, rayap menyukai sisa tanaman yang telah mati. Serangan terhadap tanaman karet tertuju pada areal pembibitan.


PENGENDALIAN
Cara Kimiawi,dilakukan dengan mengulas carbolinium pada tanaman karet yang luka, anjura SHEEL hama diberantas dengan Emulsi Aldrin 40 % WP, atau dengan campuran 5% Pentachloorpenol dan solar kemudian disiram pada pangkal batang.

18. Hama Tanaman Karet
Bekicot ( Achatina fulica F.)

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Mollusca
Kelas              : Gastropoda
Ordo               : Pulmonata
Famili             : Stenogyridae
Genus                        : Achatina
Spesies          : Achatina fulica F.

MORFOLOGI
Bekicot bersifat heremaproditis artinya tiap bekicot memiliki dua jenis kelamin. Pertumbuhannya dari mulai telur sampai bekicot 6 – 10 bulan. Ukurang tubuhnya 11,5 am dengan berat 75 gram

EKOLOGI
Bekicot banyak terdapat di Indonesia dan merusak tanaman karet yang masih muda dan lunak serta daerah penyebarannya luas terutama daerah tropis dengan curuh hujan yang tinggi.

PENGENDALIAN
-       Cara Biologis, melalui musuh alami ( semut Pheidologeton ), parasit Phoriden
-       Cara Kimiawi,menggunakan campuran kapur dengan Ca – arsenat lalu disebarkan pada tempat yang dihinggapi,pengambilan langsung untuk dibunuh.






19. Hama Tanaman Kina
Ulat Daun Kina ( Margaronia marinta FAB. )



KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Pryrallidae
Genus                        : Margaronia
Spesies          : Margaronia marinta FAB.

MORFOLOGI
Panjang ulat ini 30 mm, berwarna hijau. Pada masa kepompong berlangsung dalam gulungan daun dengan memanfaatkan benang liur. Siklus hidup sekitar 38 hari.


EKOLOGI
Tersebar di daerah Asia Tenggara, Australia, dan Samudra Pasifik. Hama ini menyerang tanaman Kina pada daun muda ( pucuk muda ), daun ini diikat dengan benang liur lalu penggerekan dilakukan hingga daun habis.

PENGENDALIAN
-       Cara Biologis, parasit pupa – pupa (Brachyme riseuploeae),parasit larva (Apanteles sp), predator ( Gallida spendidula )
-       Cara Kimiawi, pada areal pembibitan memanfaatkan emulsi Aldrin 40% WP

20. Hama Tanaman Kapuk
Kepiding Dysdercus ( Dysdercus cingulatus F. )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Pyrrhocoridae
Genus                        : Dysdercus
Spesies          : Dysdercus cingulatus F.

MORFOLOGI
Kepiding dewasa berukuran 11- 17 mm, tubuhnya berwarna merah yang pada bagian abdomen terdapat garis hitam. Siklus hidup berlansung 42 – 49 hari.

EKOLOGI
Tersebar mulai dari Laut Tengah hingga Benua Australia. Pengrusakan terhadap kapuk terjadi pada pucuk, bunga dan buah yang masih muda akibatnay pertumbuhan kapuk akan menjadi terhambat, berwarna kuning dan berguguran.



PENGENDALIAN
-       Cara Hayati, musuh alami terutama parasit perusak telur yang memparasitkan larva
-       Cara Kimiawi,  penyemprotan dengan obat – obatan Aldrin 40%, Lindane, dan eldrin



HAMA TANAMAN HORTIKULTURA

1.    Hama Tanaman Cabai
Lalat Buah Lombok ( Dacus Pedestris Bezzi )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Diptera
Famili             :
Genus                        : Dacus
Spesies          : Dacus Pedestris Bezzi

MORFOLOGI
Warna punggungnya coklat kehitaman dengan belang kuning pada pundak, sayap terawang dan pada permukaan abdomen terdapat lukisan hitam berbentuk huruf T

EKOLOGI
Hama ini hidup diberbagai jenis buah – buahan. Hama ini merusak buah lombok serta mangga untuk mengkepompongkan sindat mencari tanah lembab. Hama ini tersebar dari India hingga Filipina dan Indonesia bagian Barat

PENGENDALIAN
Cara Mekanis, buah yang terserang langsung dibuang dan untuk pencegahan buah dibungkus sejak buah masih muda.

2.    Hama Tanaman Pisang
Ulat Daun Pisang ( Erionota thax Linnaeus )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidopetera
Famili             : Herpesidae
Genus                        : Erionota
Spesies          : Erionota thax Linnaeus


MORFOLOGI
Ulat ini berwarna kuning pucat dilapisi butiran halus seperti bedak berwarna putih,ukurannya sebesar kelingking dan berkepala hitam.

EKOLOGI
Tersebar di Asia Selatan dan Asia Timur. Populasinya melonjak pada pisang yang baru di tanam. Pada siang hari ulat ini bersembunyi di gulungan daun dan pada malam hari giat makan

PENGENDALIAN
Cara Biologis, Parasit ( jenis tawon seperti Brachymeira dan beberapa lalat Tachinidae )

3.   Hama Tanaman Tomat
Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Noctuidae
Genus                        : Agrotis
Spesies          : Agrotis ipsilon Hufn

MORFOLOGI
Sayap depan berwarna dasar coklat keabu-abuan dengan bercak-bercak hitam.  Pinggiran sayap depan berwarna putih.  Warna dasar sayap belakang putih keemasan dengan pinggiran berenda putih.  Panjang sayap depan 16 -19 mm dan lebar 6 - 8 mm. Ulat dapat hidup paling lama 20 hari.

EKOLOGI
Ulat ini menghindari cahaya matahari dan bersembunyi pada permukaan bawah daun. Hama tersebut menyebar di daerah sentra produksi tomat, larvanya mengigit pangkal batang. Pergerakannya cepat dan dapat menempuh jarak puluhan meter. ulat tanah juga menyerang tanaman jagung, padi, tembakau, tebu, bawang, kubis, dan kentang

PENGENDALIAN
Dengan melakukan pengolahan tanah dan sanitasi lahan.

4.    Hama Tanaman Tomat
Ulat Buah (Helicoverpa (=Heliothis) armigera Hubn. )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Antropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Noctuidae
Genus                        : Helicoverpa
Spesies          : Helicoverpa armigera Hubn.

MORFOLOGI
Ulat betina lebih dahulu dari ulat jantan. Ulat betina mempunyai pola bercak-bercak berwarna pirang tua, sedang Ulat  jantan tidak mempunyai pola seperti itu.

EKOLOGI
Ulat betina meletakkan telur pada pucuk daun, sekitar bunga dan cabang. Stadium telur 10 - 18 hari. Stadium larva 12 - 23 hari. Hama menyebar di daerah sentra produksi tomat di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Tanaman yang diserang tomat, kubis, dan kacang – kacangan.

PENGENDALIAN
Dengan menyemprotkan insektisida.
5.    Hama Tanaman Kubis
Ulat Daun Kubis (Diamond Back Moth) : Plutella xylostella L.

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Plutellidae
Genus                        : Plutella
Spesies          : Plutella xylostella L.

MORFOLOGI
Ulat ini berwarna abu-abu sampai coklat kelabu,sayap dilipat nampak tiga buah tanda berupa gelombang seperti berlian (diamond) atau bentuk segitiga sepanjang punggungnya. Umurnya 2 -4 minggu.

EKOLOGI
Ulat ini beristirahat pada siang hari.Daerah sebaran luas di daerah tropis dan subtropis meliputi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Ulat daun kubis mulai menyerang sejak awal pra pembentukan krop (0 – 49) hari setelah tanam = hst) sampai fase pembentukan krop (49 - 85 hst).

PENGENDALIAN
-       Kultur teknis, melakukan perggiliran tanaman dan sanitasi lahan dari serangan gulana atau hama





6.    Hama Tanaman Kubis
Ulat Krop (Large Cabbage Heart Caterpillar) : Crocidolomia binotalis Zell.

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Pyralidae
Genus                        : Crocidolomia
Spesies          : Crocidolomia binotalis Zell.

MORFOLOGI
Ulat berwarna kelabu,sayap depan terdapat garis-garis pucat serta titik-titik.
Ulat aktif pada malam hari dan tidak tertarik cahaya. Telur umumnya dijumpai pada permukaan bawah daun diletakkan secara berkelompok.

EKOLOGI
Daerah sebaran di Asia Tenggara, Afrika dan India,Indonesia ( Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.Tanaman yang diserang sawi,dan kubis.

PENGENDALIAN
Dengan menggunakan muasuh alami dan melakuakan penyiangan serta penagturan pola tanam

7.    Hama Tanaman Kentang
Ulat Penggerek Daun/ Umbi ( Phthorimaea operculella Zell )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Artropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Gelechiidae
Genus                        : Phthorimaea
Spesies          : Phthorimaea operculella Zell

MORFOLOGI
Hama berwarna coklat kelabu, kecil dan aktif pada malam hari. Pada siang hari bersembunyi di bawah helaian daun atau pada rak-rak penyimpanan umbi di gudang. Lama hidup ulat betina 7 - 16 hari, sedangkan ulat jantan 3 - 9 hari.
EKOLOGI
Hama ini menggerek umbi kentang di gudang,dan merusak daun pada pertanaman kentang di lapangan. Menyebar di daerah sentra produksi kentang (DI Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Utara). Tanaman yang diserang kentang, tomat, kecubung, bit gula, terung dan tembakau.

PENGENDALIAN
Dengan mengatur pola tanam dan melakukan rotasi tanaman serta sanitasi lahan

8.    Hama Tanaman Kentang
Kutu Daun Persik ( Myzus persicae Sulz. )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Artropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Homoptera
Famili             : Aphididae
Genus                        : Myzus
Spesies          : Myzus persicae Sulz.

MORFOLOGI
Kutu warna kuning kehijauan atau kemerahan. Baik kutu muda (nimfa atau apterae) maupun dewasa (imago atau alatae) mempunyai antena yang relatif panjang, kira-kira sepanjang tubuhnya. Panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Tubuh lembut seperti buah pir.

EKOLOGI
Hidupnya berkelompok pada bagian bawah helaian daun atau pada pucuk tanaman. Kutu daun dewasa dapat menghasilkan keturunan (nimfa) tanpa melalui perkawinan.Hama kutu daun tersebut antara lain terdapat di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Tanaman yang diserang cabai, bit – gula, dan kubis – kubisan.

PENGENDALIAN
Memanfaatkan musuh alami yaitu semut hitam.
9.    Hama Tanaman Kentang
Hama Trips ( Thrips palmi Karny )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Thysanoptera
Famili             : Thripidae
Genus                        : Thrips
Spesies          : Thrips palmi Karny




MORFOLOGI
Trips dewasa berukuran 1 - 1,2 mm,warnanya kuning pucat sampai coklat kehitaman.Tripas jantan tidak bersayap, sedangkan betina mempunyai dua pasang sayap yang halus dan berumbai. Lama hidup dewasa sekitar 20 hari.

EKOLOGI
Pada musim kemarau populasi lebih tinggi dan berkurang bila terjadi hujan lebat. Trips berkembang biak secara partenogenesis. Hama ini bersifat kosmopolitan tersebar luas di Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat,  Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Tanaman yang diserang mentimun, semangka,dan cabai.

PENGENDALIAN
Dengan penyemprotan insektisida dan saniatsi lahan unruk menekan populasi hama.
10. Hama Tanaman Kentang
Pengorok Daun ( Liriomyza huidobrensis )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Diptera
Famili             : Agromyzidae
Genus                        : Liriomyza
Spesies          : Liriomyza huidobrensis

MORFOLOGI
Lalat berukuran panjang 1,7 – 2,3 mm.  Sebagian besar tubuhnya berwarna hitam mengkilap, kecuali skutelum dan bagian samping toraks serta bagian tengah kepala berwarna kuning.

EKOLOGI
Lalat betina menusuk permukaan atas atau bawah daun dengan alat peletak telurnya (ovipositor). Hama berasal dari Amerika latin,Eropa, Afrika dan Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam), Thailand, Srilangka, India, Pakistan, Laos, China dan Banglades).

PENGENDALIAN
Dengan mengatur pola tanam dan mengumpulakn hama serta memusnahkannya.
11. Hama Tanaman Cabai
Tungau Kuning ( Polyphagotarsonemus latus Banks.)

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Arcahnida
Ordo               : Acarina
Famili             : Tarsonematidae
Genus                        : Polyphagotarsonemus
Spesies          : Polyphagotarsonemus latus Banks.)

MORFOLOGI
Imago bertungkai 8, nimfa bertungkai 6, berukuran tubuh 0,25 mm, lunak, transparan dan berwarna hijau kekuningan. Berkembang biak secara berkopulasi biasa dan partenogenesis.

EKOLOGI
Tersebar luas di daerah tropis dan subtropis.Di Indonesia (Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat).Hama bersifat polifag,tanaman inangnya teh, kacang panjang, tembakau, jeruk dan tanaman hias.

PENGENDALIAN
Dengan menggunakan musuh alami yang parasit terhadap serangan hama ini
12. Hama Tanaman Cabai
Trips ( Thrips parvispinus Karny. )

 KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Thysanoptera
Famili             : Thripidae
Genus                        : Thrips
Spesies          : Thrips parvispinus Karny.

MORFOLOGI
Imago berukuran sangat kecil sekitar 1 mm, berwarna kuning sampai coklat kehitam-hitaman. Imago yang sudah tua berwarna agak kehitaman, berbercak-bercak merah atau bergaris-garis.

EKOLOGI
Hidup berkelompok, bersifat kosmopolit tersebar di Indonesia (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Jawa Timur) dan Thailand.Bersifat polifag,tanaman inang bawang merah, bawang daun dan tomat

PENGENDALIAN
Dengan menggunakan insektisida yang aktif untuk membrantas hama dan melakuakn penyemprotan yang rutin
13.  Hama Tanaman Cabai
Ulat Grayak ( Spodoptera litura F. )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Antropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Lepidoptera
Famili             : Noctuidae
Genus                        : Spodoptera
Spesies          : Spodoptera litura F.

MORFOLOGI
Sayap bagian depan berwarna coklat atau keperak-perakan, sayap belakang berwarna keputih-putihan dengan bercak hitam. Malam hari ngengat dapat terbang sejauh 5 kilometer,siang hari bersembunyi dalam tanah (tempat yang lembab)

EKOLOGI
Tersebar di Asia, Pasifik,Australia dan Indonesia.Bersifat polifag, tanaman inang: kubis, padi, jagung, tomat, tebu, buncis, jeruk, tembakau, bawang merah, terung, kentang, kacang-kacangan

PENGENDALIAN
Dengan melakukan pemungutan hama dan membunuhnya untuk mengurangi populasi.
14. Hama Tanaman Cabai
Lalat Buah ( Bactrocera sp. )

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Hexapoda
Ordo               : Diptera
Famili             : Tephritidae
Genus                        : Bactrocera
Spesies          : Bactrocera sp.

MORFOLOGI
Lalat dewasa panjang 6 - 8 mm dan lebar 3 mm. Torak berwarna oranye, merah kecoklatan, coklat atau hitam.Pada abdo­men terdapat 2 pita melintang dan satu pita membujur warna hitam atau bentuk buruf T yang kadang-kadang tidak jelas.

EKOLOGI
Hama tersebar di Asia, Pasifik, Afrika umumnya di daerah tropis dan subtropis.  Buah yang terserang ditandai oleh lubang titik hitam pada bagian pangkalnya. Tanaman inang mangga, kopi, pisang, jambu, cengkeh, belimbing, sawo, jeruk, ketimun, dan nangka.

PENGENDALIAN
Dengan menggunakan musuh alami yang bersifat parasitoid dan predator tehadap hama.



15. Hama Tanaman Alpukat
Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.)

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Hexapoda
Ordo               : Diptera
Famili             : Tephritidae
Genus                        : Dacus
Spesies          : Dacus dorsalis Hend.

MORFOLOGI
Ukuran tubuh 6 - 8 mm, sayap berukuran 5 - 7 mm, dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm.

EKOLOGI
Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva.

PENGENDALIAN
-       Cara Mekanik, Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya, memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati.
-       Cara Kimiawi, Penyemprotan insektisida dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter
16. Hama Tanaman Alpukat
Kutu Kapas( Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas)

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Famili             : Aphididae
Genus                        : Aphids
Spesies          : Aphis gossypii Glov
MORFOLOGI
Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu dapat ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan.

EKOLOGI
Pertumbuhan tanaman terganggu, serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin.



PENGENDALIAN
Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter.

17. Hama Tanaman Tomat
Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.)

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Kelas              : Insecta                                                            
Ordo               : Hemiptera
Famili             : Aleyrodidae
Genus                        : Bemisia
Spesies          : Bemisia tabaci Genn.
MORFOLOGI
Telur berbentuk lonjong agak lengkung berwarna kuning terang, berukuran panjang 0,2 - 0,3 mm, stadium telur rata-rata 5,8 hari.Nimfa terdiri atas tiga instar.  Instar ke - 1 bertungkai yang berfungsi untuk merangkak, ke - 2 dan ke - 3 tidak bertungkai,

EKOLOGI
Bemisia mempunyai 37 spesies yang diduga berasal dari Asia. Bersifat polifag menyerang tanaman tomat, cabai, kentang, mentimun, terung, kubis, buncis, selada, bunga potong Gerbera, ubi jalar, singkong, kedelai, tembakau,

PENGENDALIAN
-       Kultur Teknis, menanam pinggiran lahan dengan tanaman lain dan rotasi tanaman serta sanitasi lingkungan
-       Cara Mekanis, pemasangan perangkap likat berwarna kuning dan kelambu di pembibitan serta membakar sisa tanaman tang diserang.
-       Cara Hayati, pemanfaatan musuh alami : predator (Menochilus sexmaculatus ), parasitoid nimfa (Encarcia Formosa )
-       Cara Kimiawi, penggunaan insektisida yang efektif Applaud 10 WP (buprofesin 10%), Confidor 5 WP (imidakloprid 5%), Mitac 200 EC (amitraz 200 g/l), dan Orthene 75 SP (asefat 75%);
18.  Hama Tanaman Alpukat
Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf)

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Genus                        : Cricula
Spesies          : Cricula trisfenestrata Helf
MORFOLOGI
Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala.


EKOLOGI
Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.

PENGENDALIAN
Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter.

19. Hama Tanaman Jeruk
Kutu Daun Hitam (Toxoptera aurantii),

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Filum              : Anthropoda
Kelas              : Insecta
Ordo               : Homoptera
Famili             : Aphididae
Genus                        : Toxoptera
Spesies          : Toxoptera aurantii
MORFOLOGI
Berukuran antara 1-6 mm, tubuh lunak, berbentuk seperti buah per, pergerakan rendah dan biasanya hidup secara berkoloni (bererombol). Pembuluh sayap bagian depan berwarna hitam dan tidak bercabang.

EKOLOGI
Perkembangan optimal terjadi pada saat tanaman bertunas. Satu generasi berlangsung selama 6-8 hari pada suhu 25ºC Pada daerah tropis yang perbedaan musimnya kurang tegas, kutu ini tinggal pada inangnya selama setahun sebagai betina-betina yang vivipar partenogenesis.

PENGENDALIAN
-       Cara Hayati, musuh-musuh alami dari famili Syrpidae, Coccinellidae, Chrysopidae.
-       Kultur Teknis, penggunaan mulsa jerami di bedengan dapat menghambat perkembangan populasi kutu.
-       Cara Kimiawi, menggunakan insektisida berbahan aktif Dimethoate, Alfametrin, Abamektin dan Sipermetrin secara

20. Hama Tanaman Alpukat
Tungau Merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd)

KLASIFIKASI
Kingdom        : Animalia
Genus                        : Tetranychus
Spesies          : Tetranychus cinnabarinus Boisd


MORFOLOGI
Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm.

EKOLOGI
Permukaan daun berbintik- bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok

PENGENDALIAN
Cara Kimiawi, Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha.




































PERBEDAAN HAMA TANAMAN HORTIKULTURA, TANAMAN PANGAN dan TANAMAN PERKEBUNAN


Pembeda
Tanaman Hortikultura
Tanaman Pangan
Tanaman Perkebunan
Jenis Hama
Ulat, kutu, tungau
Serangga, binatang menyusui, burung
Kepik, kumbang, ulat, lembing
Subkingdom
Invertebrate
Vertebrata dan invertebrate
Invertebrata
Phylum
Anthropoda, mollusca
Mamalia, Anthropoda
Anthropoda
Morfologi
Ukuran tubuh kecil
Ukuran tubuh besar dan kecil
Ukuran kecil
Pengendalian
Cara hayati, mekanis,  kultur teknis
Cara hayati, mekanis, kultur teknis
Cara hayati, insektisida


Hama tanaman dapat berbentuk binatang yang menyusui hingga yang kecil, sampai yang tidak mudah dilihat. Hama dapat merusak tanaman dengan cara mengerat, mengigit – menghisap setiap bagian dari tanam.






PERSAMAAN HAMA TANAMAN HORTIKULTURA, TANAMAN PANGAN dan TANAMAN PERKEBUNAN





1.    Hama berada di suatu daerah dari tahun ke tahun, intensitas gangguannya dapat dipengaruhi oleh iklim
2.    Hama yang menyerang tanaman menimbulkan gejala pada tanaman sehingga terjadi abnormalitas fungsi daripada tanaman
3.    Serangan yang dilakukan hama mengakibatkan kemunduran kesejahteraan petani sehingga terjadi ambang ekonomi
4.    Melakukan pengendalian hama untuk menekan populasi dari hama yang menyerang ketiga jenis tanaman tersebut.
5.    Hama dari ketiga jenis tanaman tersebut menyerang bagian dari tanaman.




DAFTAR PUSTAKA




Kartasapoetra. 1987. Hama Tanaman dan Perkebunan. Bina Aksara. Jakarta.
Rismunandar, 1986. Hama Tanaman Pangan dan Pembasmiannya. Sinar Baru.Jakarta. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar